Tempat wisata di Aceh adalah salah
satu tempat wisata dalam negeri yang sering menjadi tujuan wisata baik bagi
wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Meski pernah dihantam
gelombang tsunami beberapa tahun silam namun Aceh kembali bangkit untuk menata
kembali tata kota nya dan kehidupan di dalamnya. Terbukti kini Aceh mampu
bangkit bahkan dari sektor wisatanya justru meningkat dibandingkan dengan
sebelum terjadinya tsunami. Pariwisata di Aceh disejajarkan dengan pariwisata
di kota Bandung, Bogor, Yogyakarta dan beberapa kota besar lainnya.
Jangan pernah takut untuk berwisata
di Aceh dikarenakan Aceh sekarang sudah aman, bahkan setelah tsunami
datang kini muncul berbagai tempat wisata yang bisa membuat anda selalu
mengingat dan mengambil hikmah atas terjadinya tsunami tersebut.
Sebelum berkunjung ke sana, ada
baiknya anda mengetahui apa saja tempat wisata yang menarik di sana. Dengan
begitu anda sudah memiliki tujuan tempat wisata yang pasti. Hal tersebut bisa
menghemat waktu perjalanan anda dan tentunya menghemat cost yang harus anda
keluarkan.
Berikut ini adalah tempat wisata di
Aceh yang bisa dikunjungi :
- Pantai Iboih
Tidak dipungkiri bahwa kota dengan julukan serambi Mekah
tersebut memiliki banyak sekali lokasi pantai yang indah dan menakjubkan. Salah
satu pantai yang bisa anda kunjungi ketika berada di Aceh adalah Pantai Iboih.
Pantai Iboih adalah pantai terindah yang ada di Aceh.
Daya tarik dari pantai ini adalah
pasir putihnya yang bagus dan warna air pantainya yang jernih. Warna pantai di
sini berwarna hijau toska atau berwarna biru cerah. Suasana yang tenang dan
damai cocok menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata untuk bulan madu.
Bagi pasangan yang baru menikah,
menikmati suasana yang tenang dan damai di pantai ini akan membuat dunia hanya
seperti milik berdua. Setiap pagi bagi pasangan yang baru menikah bisa
menghirup udara pagi di pinggir pantai ini, tidak hanya itu saja bermain air di
pantai pun menjadi hal yang menarik untuk dilakukan.
Untuk yang hobi melakukan olahraga
air seperti snorkeling, diving dan lain sebagainya bisa datang ke pantai ini.
Hal itu dikarenakan pantai ini memiliki keindahan bawah laut. Tanpa diving pun
anda sudah bisa melihat kecantikan alam bawah laut dari pantai ini. Namun bagi
yang ingin diving atau snorkeling bisa juga melakukannya di sini, di bawah laut
akan ada berbagai macam spesies biota laut dan ikan yang hidup diantara terumbu
karang. Anda pun akan betah berlama-lama memandangi keindahan bawah laut pantai
ini.
- Masjid Raya Baiturrahman
Pernahkah anda mendengar cerita tentang masjid ini?, ya
masjid ini merupakan bangunan masjid yang kokoh dan tetap tegak berdiri
meskipun tsunami menerjang. Tidak hanya itu saja, orang yang berlindung di atas
masjid ini pun banyak yang selamat dari terjangan tsunami. Oleh sebab itulah
masjid ini merupakan masjid yang bersejarah bagi kota Aceh.
Masjid Raya Baiturrahman merupakan
masjid yang dibangun oleh Sultan Aceh kala itu yaitu Sultan Iskandar Muda.
Pembangunan masjid dimulai pada tahun 1612. Masjid itu pun kini dijadikan
sebagai ikonnya wisata kota Aceh.
Tempat wisata ini cocok bagi anda
yang menginginkan wisata religi. Dengan mengunjungi masjid ini anda akan tahu
betapa agungnya kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan mengunjungi masjid ini
anda jadi terngiang dengan tsunami Aceh sehingga anda bisa mengambil hikmah
dari kejadian tersebut.
Masjid ini terdiri dari bangunan
utama yang ditanda dengan warna putih dan kubah yang berwarna hitam. Bangunan
utama masjid itu akan dikelilingi oleh tujuh menara yang juga memiliki kubah
hitam di atasnya. Adanya kolam besar disertai dengan pancuran air di depan
masjid bisa menambahkan kesan akan kemegahan dari masjid ini.
- Air Terjun Blang Kolam
Aceh juga memiliki tempat wisata berupa air terjun. Air
terjun ini letaknya ada di Desa Sidomulyo Aceh bagian utara. Untuk menempuh
lokasi wisata ini diperlukan waktu kurang lebih 30 menit dari ibukota Aceh.
Tempat wisata ini tidak bolah untuk
anda lewatkan. Bagi yang sedang penat dengan rutinitas sehari-hari dan bosan
dengan padatnya suasana perkotaan bisa mengunjungi tempat ini. Indahnya
pemandangan, suara deru dari air tejun dan hijaunya pemandangan di sekitar air
terjun membuat pikiran penat anda hilang.
Ada dua aliran air terjun yang ada
di sini, oleh sebab itu air terjun ini juga dijuluki dengan air terjun kembar.
Tinggi dari air terjun ini sekitar 75 km. Yang bisa wisatawan lakukan di sini
adalah wisatawan bisa berenang di mata air bawah air terjun, bermain air,
berendam atau hanya duduk bersantai di pinggir air terjun.
Keunikan dari tempat wisata ini
adalah pengunjung bisa menikmati keindahan alam sekitar dengan cara berkemah.
Namun bagi wisatawan yang ingin berkemah sebaiknya meminta izin terlebih dahulu
kepada pengelola wisata dan juga membayar biaya sekitar 5 ribu per orangnya.
- Air Terjun Suhom
Tempat wisata di Aceh selanjutnya, aceh ternyara juga
memiliki banyak air terjun yang dijadikan sebagai tempat wisata, salah satunya
adalah tempat wisata air terjun yang ada di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong.
Karena ada di Desa Suhom air terjun ini pun diberi nama Air Terjun Suhom.
Air terjun ini memiliki aliran air
yang rendah dengan tinggi kurang dari 50 meter, meski begitu pengunjung yang
datang ke sana tidak akan diperbolehkan untuk mendaki naik ke atas air terjun
tersebut demi keselamatan pengunjung itu sendiri. Batu yang licin dan adanya
lokasi pembangkit listrik dengan kekuatan tinggi membuat pengunjung tidak boleh
naik ke atas lokasi air terjun.
Untuk menuju ke tempat wisata ini
pengunjung harus melakukan usaha ekstra sebab diperlukan usaha dalam melewati
jalan yang menanjak dan menurun. Di sepanjang perjalan menuju air terjun
pengunjung akan melihat pegunungan bernama Paro dan Kulu. Saat berjalan mungkin
anda akan menemukan sekelompok monyet yang berkeliaran, anda harus bersiap-siap
menyiapkan perbekalan ekstra sebab monyet-monyet di sini akan meminta buah yang
anda bawa dan makanan ringan yang ada di tangan maupun tas anda.
Indonesia memiliki banyak lokasi
wisata berupa air terjun. Air terjun itu ada di beberapa wilayah Indonesia
salah satunya ada di Aceh. (baca juga: Air terjun di Indonesia)
- Pulau Rubiah
Bagi yang sedang berbulan madu bisa mengunjungi lokasi
wisata yang satu ini. Hal itu dikarenakan di pulau ini akan banyak keindahan
yang ditawarkan. Pulau ini dikelilingi oleh laut yang jernih. Air lautnya yang
jernih membuat pengunjung bisa betah berlama-lama ada di lokasi wisata ini.
Bermain air pun dijadikan sebagai aktivitas yang menyenangkan di sini.
Letak Pulau Rubiah tepatnya ada di
sebelah barat laut dari Pulau Weh. Nama pulau ini diambil dari nisan yang
bertuliskan Rubiah di pulau ini sehingga namanya pun diberi nama Rubiah.
Selain hijau dan rindangnya
pepohonan yang ada di sini, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan bawah
laut. Wisatawan bisa melihat aneka biota laut yang ada di laut tersbeut. Saat
ini tercatat ada 14 atau 15 biota laut yang dilindungi di laut Pulau Rubiah.
Melihat air lautnya yang jernih
membuat kita teringat dengan Pantai Tanjung Tinggi yang ada di Bangka Belitung.
Hal itu dikarenakan sama-sama memiliki kejernihan air laut dan berbagai macam
biota laut. Di laut Pulau Rubiah ini wisatawan bisa melakukan diving maupun
snorkeling.
- Museum Tsunami
Bagi anda yang ingin mengetahui seperti apa tsunami kala itu
di Aceh bisa mengunjungi Museum Tsunami. Museum ini dibangun untuk selalu
mengingat peristiwa yang memilukan tersebut. Tsunami yang terjadi pada tahun
2004 menimbulkan kedukaan bagi Indonesia. Banyak orang menjadi korban saat
tsunami ini terjadi. Duka yang mendalam dirasakan bagi warga Aceh yang
kehilangan anggota keluarganya.
Untuk melakukan penghormatan dan
mengenang korban maupun peristiwa tersebut pemerintah Aceh membangun Museum
Tsunami. Letak Museum Tsunami ini ada di Jalan Sultan Iskandar muda dan
didirikan pada tahun 2009.
Berikut ini adalah beberapa ruangan
yang akan dilalui ketika berada di Museum Tsunami Aceh :
- Lorong tsunami.
Saat memasuki museum ini anda akan melewati lorong yang disertai dengan
suara gemuruh air dan kucuran air yang mengingatkan tentang datangnya
tsunami kala itu. Cahaya di lorong museum tsunami remang dan juga gelap,
lorong itu juga sembab. Lorong itu disebut dengan space of fear
yang menggambarkan ketakutan dari masyarakat Aceh ketika tsunami datang.
- Ruang kenangan.
Setelah melewati lorong, wisatawan akan menuju ruang kenangan. Ruangan ini
terdapat 26 monitor yang menjadi lambang bahwa kejadian tsunami itu terjadi
pada tanggal 26 Desember 2004. Setiap monitor akan menampilkan foto dan
gambar orang yang menjadi korban dari tsunami. Tampilan dan gambar
tersebut akan disajikan di dalam monitor dalam bentuk slide.
- Sumur doa.
Setelah ruang kenangan dilalui, pengunjung akan menemukan ruang sumur doa.
Ruangan ini memiliki bentuk silinder dan cahayanya remang. Tinggi dari
ruangan itu 30 meter dan ada 2 ribu lebih nama yang menjadi korban dari
bencana tsunami. Nama itu tertulis dan tertera dalam setiap dinding sumur
doa tersebut. Filosofi dari ruang ini adalah kuburan masal yang ada
setelah tsunami. Pengunjung yang masuk ke ruangan ini dianjurkan untuk
berdoa sesuai dengan agama yang dianutnya.
- Lorong cerobong.
Lorong cerobong adalah ruangan yang akan dilalui pengunjung setelah sumur
doa. Lorong ini di desain dengan lantai yang berkelok-kelok dan lantai
yang tidak rata. Arti dari desain ini adalah menggambarkan ketakutan,
kebingungan dan keputus asaan yang dialami oleh masyarakat Aceh setelah
tsunami melanda. Masyarakat banyak yang bingung dengan arah yang akan
diambilnya, kebingungan ketika mencari beberapa sanak saudara yang hilang,
kebingungan karena kehilangan berbagai macam harta benda yang dimilikinya.
Ruangan ini juga didominasi oleh lorong gelap yang nantinya akan membawa
pengunjung menuju ke cahaya alami yang memiliki filosofi berupa harapan
dalam kehidupannya.
- Jembatan harapan.
Jembatan harapan adalah ruang terakhir dari Musem Tsunami ini. Lorong
cerobong yang dilalui oleh wisatawan itu nantinya akan membawa pengunjung
menuju ke jembatan harapan. Di jembatan harapan ini pengunjung bisa
melihat tegaknya 54 bendera dari 54 negara yang ikut bersosialisasi dalam
membantu masyarakat Aceh yang terkena tsunami. Di beberapa bendera yang
ada di sana bertuliskan dengan kata “Damai” dimana ditulis berdasarkan
dengan bahasa negara masing-masing. Kata damai itu merupakan refleksi dari
perdamaian dari Aceh dari berbagai macam peperangan dan konflik yang
terjadi sebelum tsunami menerjang. Adanya bencana gempa dan juga tsunami
yang terjadi di Aceh dunia bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi
Aceh saat itu dan negara itu membantu mewujudkan perdamaian yang ada di
Aceh. Mereka juga turut serta dalam membangun kembali kota Aceh setelah
bencana tsunami terjadi.
- Danau Laut Tawar
Lokasi tempat wisata di Aceh lainnya yang bisa anda kunjungi
adalah Danau Laut Tawar yang ada di Aceh. Letak danau ini tepatnya ada di
Dataran Tinggi Gayo kabupaten Aceh Tengah. Sebelah barat dari pantai ini adalah
kota Takengon, kota Takengon merupakan ibukota dari Aceh Tengah.
Di tempat wisata ini wisatawan bisa
melihat suku yang mendiami dari Dataran Tinggi Gayo. Suku yang mendiami lokasi
tersebut adalah Suku Gayo.
Luas dari danau laut tawar ini
adalah 5.472 hektar dan panjangnya mencapai hingga 3.219 km. Danau
ini memiliki air tawar sama dengan danau lain yang ada di Indonesia.
Wisatawan bisa melihat danau ini
dari Dataran Tinggi Gayo, dari dataran tinggi itu bisa terlihat betapa luasnya
danau tersebut. Dengan pemandangan yang cukup indah, dirasa pengunjung tidak
akan kecewa untuk menikmati pemandangan di sekeliling danau bila di lihat dari
ketinggian yang cukup menakjubkan.
- Pantai Lhoknga
Aceh memang terkenal dengan wisata pantainya yang indah.
Salah satu pantai yang bisa dijadikan destinasi tempat wisata ketika berada di
Aceh adalah Pantai Lhoknga. Dari kota Banda Aceh memiliki jarak 20 km. Yang
menarik di lokasi ini adalah pantainya yang berwana biru dan berwarna hijau
toska.
Wisatawan yang datang ke sini bisa
melakukan kegiatan bersantai di bawah pohon atau melakukan voli pantai. Pasir
yang ada di pantai ini tergolong landai sehingga kegiatan apapun bisa dilakukan
di sini. Bagi yang suka berjemur, berjemur pun bisa dilakukan di sini.
Pengunjung yang memiliki hobi
berselancar bisa melakukan selancar di pantai ini. Hal itu dikarenakan Pantai
Lhoknga termasuk dalam pantai yang memiliki ombak besar. Ketinggian ombak yang
ada di pantai ini sekitar 1,5 meter sampai dengan 2 meter. Saat sore hari
datang jangan segera beranjak dari tempat ini, anda masih bisa melihat
pemandangan Pantai Lhoknga yang indah. Ada sunset yang indah dan bisa dilihat
di pantai ini. Karena keindahan sunsetnya tidak jarang saat sore hari pantai
ini selalu ramai oleh pengunjung.
- Air Terjun Kuta Malaka
Aceh memiliki banyak sekali tempat wisata berupa air terjun.
Selain Air Terjun Suhom ada wisata air terjun lainnya yang bisa anda kunjungi.
Salah satunya adalah Air Terjun Kota Malaka.
Lokasi Air Terjun Kota Malaka ini
ada di Desa Samahani. Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Jika
ditempuh dari kota Banda Aceh wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 20
menit untuk bisa mencapai Desa Samahani. Meski begitu, wisatawan yang ingin
pergi ke air terjun ini membutuhkan waktu beberapa jam dikarenakan letaknya di
bukit nan tinggi.
Ketinggian dari air terjun ini
sekitar 600 mdpl dan juga bertingkat. Tingkatan tinggi dari air terjun ini bisa
mencapai 17 tingkat pada ketinggian yang berbeda-beda. Agar bisa sampai ke
lokasi ini, pengunjung harus menempuh medan yang terjal dan harus ekstra
hati-hati dalam mendaki bukit dimana air terjun ini berada.
- Gunung Seulawah Agam
Gunung Seulawah Agam merupakan tempat wisata berupa gunung
berapi. Ketika mengunjungi lokasi wisata ini akan ada dua buah obyek wisata
yang bisa terlihat, selain Gunung Seulawah Agam itu sendiri ada juga Gunung
Inong. Gunung Seulawah Agam masih aktif sampai saat ini. Lokasi gunung ini ada
di Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar.
Bagi wisatawan yang suka dengan
kegiatan hiking, mendaki gunung dengan tinggi 1800 meter ini bisa dijadikan
sebagai aktivitas yang menarik. Selain itu pengunjung bisa melihat Kawah Heutsz
yaitu kawah dari gunung berapi tersebut. Suhu saat berada di gunung ini 18
sampai dengan 21 derajat celcius.
Untuk mendaki di gunung ini tidak
terlalu sulit. Tantangan yang bisa didapatkan dari gunung ini adalah pengunjung
bisa mendaki gunung dengan kemiringan 70 derajat dan kemiringan itu memiliki
jarak tempuh 500 meter.
Setelah melalui kemiringan 70
derajat itu pendaki akan melalui kemiringan sekitar 50 derajat. Kemiringan 50
derajat itu cukup landai sehingga akan lebih mudah untuk dilalui. Pendaki akan
betah berlama-lama ada di gunung ini dikarenakan udaranya yang masih sejuk dan
juga bersih. Di sepanjang jalur pendakian pengunjung akan melihat berbagai
jenis jenis flora dan fauna. Yang bisa anda jumpai adalah harimau, beruang,
rusa, babi hutan, landak dan juga gajah. Untuk floranya yang bisa dijumpai
adalah pohon meranti, pohon cemara, pohon urip, pohon deraim dan juga pohon
beramah.
- Gunung Seulawah Inong
Tidak hanya Gunung Seulawah Agam saja yang menjadi gunung berapi
yang ada di sana, namun Gunung Seulawah Inong pun menjadi daya tarik wisata
yang ada di Aceh.
Gunung ini menjadi tempat yang
bersejarah bagi Aceh hal itu dikarenakan Gunung Seulawah Inong adalah tempat
yang dijadikan untuk pusat melakukan latihan bagi kaum inong Aceh untuk bisa
melawan penjajah Belanda kala itu. Di wilayah Gunung Seulawah Inong ini ada
kekuatan perang gerilya yang dilakukan oleh laskar wanita Aceh nan gagah
berani.
Gunung ini bisa menjadi tujuan
wisata bagi wisatawan yang menyukai kegiatan hiking. Ada beberapa titik jalur
pendakian yang bisa ditempuh. Titik pendakian yang paling familiar adalah Taman
Nasional.
Pendaki bisa mendaki gunung dengan
ketinggian 800 meter ini dengan waktu tempuh setengah jam agar bisa mencapai
puncak dari gunung ini. Anda tidak akan pernah menyesal ketika berada di puncak
gunung ini dikarenakan anda akan melihat pemandangan yang luar biasa. Ada hutan
tropis nan hijau dan didominasi oleh pepohonan yang tinggi.
- Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan
Nama taman ini diambil oleh bangsawan seorang wanita
keturunan Kesultanan Aceh dan dikenal sebagai pejuang yang berani melawan
Belanda. Tahura Pocut Meurah Intan dicatat secara administratif di kedua
kabupaten yang ada di Aceh yaitu Kabupaten Aceh Besar dan juga Kabupaten Pidie.
Untuk sampai ke tempat wisata ini
jaraknya adalah 70 kilometer dari kota Banda Aceh. Taman Hutan Raya ini
memiliki luas sekitar 6300 ha dan didalamnya ada berbagai macam kekayaan alam
berupa flora maupun fauna yang ada di dalamnya.
Flora yang banyak ditemukan di
tempat wisata ini adalah akasia dan pohon pinus. Tidak hanya itu saja di
sini anda juga akan menemukan hutan-hutan muda beserta dengan padang
alang-alang. Fauna yang bisa dijumpai di sini adalah rusa, babi hutan, landak,
kera dengan ekor panjang, burung sri gunting, lutung dan gajah serta kancil.
Obyek wisata yang ada di sini tidak
hanya Tahura itu sendiri namun ada berbagai macam obyek wisata yang menarik
lainnya. Obyek wisata yang ada di dalam Tahura Pocut Meurah Intan adalah
sebagai berikut ini:
- Air terjun air panas.
- Kawah belerang.
- Tebing batu bersusun.
- Lantai gunung berbatu.
- Gunung gajah.
- Batu monyet.
- Bendungan peninggalan Belanda dan lain sebagainya.
- Pelatihan Gajah Sare
Aceh memiliki populasi gajah yang cukup tinggi sehingga
masyarakat Aceh memberikan gelar khusus untuk hewan gajah tersebut. Gelar yang
diberikan masyarakat Aceh untuk gajah adalah Teungku Rayeuk.
Hewan gajah memiliki andil besar
dalam sejarah Indonesia pasalnya pada saat Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan
Iskandar Muda, Aceh memiliki sebanyak 40.000 ekor pasukan gajah terlatih untuk
dikerahkan dalam melawan penjajah Belanda.
Namun berbeda halnya dengan saat
ini, jika dulu gajah digunakan dalam kepentingan militer, gajah saat ini banyak
digunakan untuk hal lainnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh gajah
terlatih di Aceh adalah untuk mencegah gajah liar dan bisa membahayakan bagi
keselamatan penduduk sekitar hutan.
Pelatihan Gajah Sare adalah
pelatihan yang digunakan untuk melatih gajah liar agar menjadi terlatih. Letak
dari tempat wisata ini ada di Kabupaten Aceh Besar. Gajah dilatih agar menjadi
lebih penurut, tidak hanya itu saja gajah diajarkan berbagai macam aktivitas
yang juga bisa dilakukan oleh manusia misalnya saja adalah bermain sepak bola.
Daya tarik dari tempat wisata ini adalah pengunjung bisa mengelilingi sekitar
lokasi pelatihan dengan menaiki gajah.
- Rumah Cut Nyak Dien
Di Aceh banyak sekali pahlawan yang berjasa dalam melawan
penjajah. Salah satu pahlawan yang berjasa dalam melawan penjajah adalah Cut
Nyak Dien. Dahulu baik kaum pria maupun wanita berlomba-lomba untuk bisa
mengusir penjajah dari daerahnya masing-masing. Sayangnya karena masih bersifat
individualis dan kedaerahan, perlawanan terhadap penjajah belum membuahkan
hasil.
Tempat wisata ini akan mengingatkan
wisatawan terhadap perjuangan jasa para pahlawan dalam mewujudkan kemerdekaan
bagi bangsa Indonesia. Nilai positif yang bisa diambil jika berkunjung di
tempat ini adalah rasa nasionalisme akan lebih besar.
Tempat wisata Rumah Cut Nyak Dien
termasuk dalam tempat wisata bersejarah. Hal itu dikarenakan di rumah
tersebutlah Cut Nyak Dien bersembunyi dari penjajah Belanda. Sayangnya rumah
tersebut hanya replika karena rumah aslinya telah terbakar di tahun 1896. Ada
bagian yang masih asli diantaranya adalah sumur tinggi dimana bibir sumur itu
bisa sampai ke lantai dua Rumah Cut Nyak Dien. Meski hanya replika anda akan tetap
menemukan nilai positif saat berada di tempat ini.
Lokasi wisata ini ada di Desa
Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar